GROBOGAN — Gerakan Pramuka Grobogan terus membuktikan peran aktifnya dalam menjawab tantangan bangsa. Melalui sarasehan dalam rangka estafet tunas kelapa, materi bertajuk "Peran Pramuka dalam Mendukung Ketahanan Pangan". Di lapangan SMAN 1 Gabus, Kwarcab Grobogan Bersama Dinas Pertanian dan Dinas Lingkungan Hidup mengajak seluruh anggota Pramuka untuk menjadi pelopor dalam mewujudkan pangan Indonesia yang mandiri, tangguh, dan berkelanjutan.
Ketahanan pangan kini menjadi isu krusial seiring dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk, ancaman perubahan iklim, serta berkurangnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Menjawab tantangan tersebut, Pramuka dinilai memiliki nilai-nilai dasar yang sangat selaras dengan upaya ini, seperti mandiri, gotong royong, peduli, disiplin, kreatif, dan berani memimpin.
Dalam pemaparannya, Kak Angga Prasetya, S.P., Penyuluh Pertanian
dari Dinas Pertanian Grobogan, Pramuka diarahkan untuk mengambil peran nyata di
sepanjang rantai pangan, Aksi nyata tersebut dirangkum dalam empat langkah
utama: Menanam, Merawat, Memanfaatkan, dan Mengedukasi.
Salah satu program unggulan yang diusung adalah gerakan "Satu
Anggota, Satu Tanaman" serta pembuatan Kebun Pangan Pramuka.
Anggota Pramuka diajarkan memanfaatkan lahan terbatas di lingkungan sekolah,
pekarangan rumah, maupun gugus depan menggunakan metode praktis seperti kebun
sayur, vertikultur, hingga hidroponik. Komoditas yang dibudidayakan meliputi
cabai, tomat, kangkung, sawi, terong, bumbu dapur, hingga tanaman obat.
Tak hanya bertani secara konvensional, Pramuka juga didorong
untuk memanfaatkan teknologi pertanian modern dan media sosial guna mengedukasi
masyarakat, mengampanyekan diversifikasi pangan lokal (seperti jagung, ubi,
singkong, dan pisang), serta menggalakkan gerakan anti-food waste
(pencegahan pemborosan makanan).
Bagi kak Budi Mulyono, Pembina Pramuka SMAN 1 Gabus
mengatakan kegiatan penanaman bibit pohon dalam Estafet Tunas Kelapa sangat
berkesan. Selain menjadi syarat pemenuhan uji SKU/SKK Penegak, aksi nyata ini
langsung memperindah lingkungan sekitar dan memberikan kepuasan tersendiri
karena dapat berkontribusi menjaga kelestarian alam secara langsung. Penghijauan
ini bukan sekadar formalitas pengujian poin SKU/SKK, melainkan investasi masa
depan. Kegiatan ini benar-benar membentuk jiwa kepedulian lingkungan yang
berkelanjutan pada diri seorang Pramuka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar